Bab 4. Jaringan Komputer dan Internet (D. Transmisi Data)

D. Transmisi Data

Transmisi data adalah proses penting pada jaringan komputer dan internet. Ketika kita mengirimkan email atau mengakses situs web dan mendapatkan informasi, maka terjadi transmisi data. Transmisi data adalah proses berbagi atau bertukar data antara dua objek, alat, atau sistem.

Komunikasi data memiliki bagian penting yaitu pengirim yang melakukan proses pengiriman data, penerima yang menerima data, dan medium/kanal yang merupakan saluran transmisi dari data atau informasi dari dua objek berbeda tersebut. Bagian penting dari komunikasi data dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut.

Secara umum, medium atau kanal adalah benda dimana data akan bergerak dari pengirim menuju penerima. Medium ini dapat berupa udara jika data yang dikirimkan adalah data suara dari mulut ke telinga, dari radio pemancar ke pesawat radio di rumah dalam bentuk gelombang elektromagnetis, kabel tembaga, atau kabel serat optik jika data berupa cahaya yang dikirim dari satu tempat ke tempat lain.

Transmisi data dari pengirim ke penerima dapat terjadi kesalahan. Kesalahan data ini dapat dideteksi dan dapat dikembalikan dengan cara tertentu.

Paket Data

Transmisi data pada jaringan komputer dan internet biasanya tidak dikirim dalam ukuran yang besar karena akan terkendala oleh kemampuan medium dan untuk kepentingan keandalan pengiriman. Data dikirimkan dalam bentuk sekumpulan paket data berukuran kecil yang dinamakan data packets atau biasa disebut datagram.

Paket data dapat memiliki ukuran tetap atau dinamis tergantung kebutuhan sistem, namun biasanya paket data berukuran kecil, yaitu sekitar 64 KiB sehingga dapat dengan mudah dikelola.

Kumpulan paket data kemudian bisa dikirimkan melalui jalur yang berbeda-beda. Paket data ke-i, misalnya dapat melalui jalur X, namun kemudian jika suatu jalur X menjadi sangat sibuk, maka paket ke-i+1 dapat melewati jalur lain menuju tujuan pengiriman paket.

Sama seperti ketika kurir akan mengirimkan paket belanja daring yang kita beli, tentu kurir akan mencari jalur tercepat untuk sampai ke rumah kita. Metode dengan memecah paket dalam bentuk paket-paket kecil ini sebenarnya memiliki kelemahan, yaitu adanya proses penyusunan kembali paket-paket data tersebut (reassemble).

Struktur Paket

Paket terdiri atas tiga bagian penting, yaitu: packet header, packet payload, dan packet trailer.

Packet header adalah alamat paket ketika suatu paket akan dikirimkan ke tujuan tertentu. Packet payload adalah paket data sebenarnya yang berisi informasi yang ditransmisikan dari sumber ke tujuan, sedangkan packet trailer berisi informasi penutup dari suatu paket data yang menandakan paket berakhir.

Packet trailer dapat berisi protokol untuk pengecekan terjadinya pengiriman data. Gambar 4.5 menunjukkan contoh struktur paket data.

Untuk setiap paket, packet header berisi:

  • Alamat IP pengirim
  • Alamat IP penerima (tujuan)
  • Urutan paket yang digunakan untuk penyusunan kembali paket saat sampai di tujuan
  • Ukuran paket yang digunakan untuk menentukan apakah paket utuh ketika sampai di node, termasuk juga informasi banyaknya paket yang ditransmisikan

Lalu untuk packet payload berisi:

  • Data aktual yang dikirimkan yang biasanya sebesar 64 KiB

Dan terakhir packet trailer berisi:

  • Cara untuk mengidentifikasi akhir paket
  • Cara untuk mengecek kesalahan pengiriman, beberapa cara antara lain Cyclic Redundancy Check (CRC), checksum, dan lain-lain

KiB atau kilobyte adalah kuantifikasi dari informasi digital. 1 kibibyte adalah 1024 byte atau 2¹⁰ byte.

  1. Packet Switching

Packet switching adalah salah satu cara transmisi paket data yang paling banyak digunakan, dimana data akan dipecah ke dalam beberapa paket data dan dikirimkan secara independen dari titik awal ke titik tujuan.

Sesampainya di tujuan, paket-paket data tersebut akan disusun kembali dengan urutan yang sesuai menggunakan informasi yang ada pada header packet. Pada setiap tahapan pengiriman, data akan sampai pada node yang berisi router, yang akan melanjutkan proses pengiriman ke tujuan.

Sebagai contoh, misalnya kalian sedang mengirimkan sebuah surel yang berisi foto kalian dari laptop ke ponsel milik teman kalian. Surel dan foto tersebut akan dipecah dalam beberapa paket data sebelum dikirimkan.

Paket-paket data akan dikirim melalui jalur atau rute dari komputer A ke komputer B melalui node yang bisa berupa router, switch, komputer, dan lain sebagainya. Ketika sebuah paket data dikirimkan dan mencapai suatu node tertentu, node akan mengirimkan paket tersebut sesuai dengan packet header yang ada pada paket tersebut.

Sebagai contoh pada Gambar 4.6, paket data yang dikirimkan dari komputer A akan melalui jalur yang independen untuk sampai ke komputer B.

Jika paket-paket data yang akan dikirim memiliki urutan tertentu, maka paket-paket data tersebut akan mengikuti alur sebagai berikut:

  1. Paket data akan ditransmisikan melewati jalur yang independen.
  2. Router akan menentukan kemana paket akan dikirim.
  3. Penentuan jalur (routing) akan ditentukan dari banyaknya paket yang sedang diproses oleh node tertentu.
  4. Jalur yang dipilih sebisa mungkin adalah jalur terpendek, namun jika jalur terpendek tersebut tidak tersedia atau sedang sibuk, maka jalur lain bisa dipilih.
  5. Karena berbeda jalur maka paket-paket data bisa sampai di tujuan dengan urutan yang berbeda.

Metode packet switching dianggap sebagai salah satu cara yang andal, namun cara ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Beberapa kelebihan cara ini adalah:
a. Paket data dapat dikirimkan dari sumber ke tujuan tanpa jalur khusus (dedicated channel).
b. Kegagalan pengiriman rendah, karena router dapat melakukan pengiriman ulang (rerouting) paket jika terjadi kegagalan.
c. Banyak user bisa menggunakan jaringan yang sama.
d. Memungkinkan pengiriman data kecepatan tinggi.

Namun packet switching juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya adalah:
a. Paket data bisa hilang dan harus dikirimkan kembali.
b. Proses menyusun kembali paket data membutuhkan waktu.
c. Adanya delay (jeda) dan rentan terhadap error sehingga sulit digunakan untuk pengiriman data yang cepat dan berkualitas tinggi seperti voice call.

Terkadang paket data pada packet switching hilang di perjalanan karena bouncing data (data yang berpindah-pindah) di antara router dan akhirnya tidak sampai di tujuan atau penerima data.

Proses pengiriman akan berhenti yang dapat menyebabkan jaringan terhenti karena meningkatnya paket yang hilang. Untuk mengatasi hal itu, muncul teknik yang disebut metode hopping.

Scroll to Top