A. Struktur Data Tree
Struktur data tree sering disebut sebagai struktur data pohon. Seperti namanya, struktur data ini menyediakan bentuk penyimpanan data layaknya sebuah pohon yang memiliki akar, batang, cabang, dan daun.
Secara umum, struktur data tree terdiri dari simpul yang saling dihubungkan dengan jalur. Simpul yang paling awal disebut sebagai akar (root), sedangkan simpul yang paling ujung disebut sebagai daun leaf). Setiap simpul, kecuali akar, memiliki satu simpul yang berperan sebagai induk (parent).
Struktur data tree dalam Informatika digunakan untuk menyimpan data yang memiliki hubungan bertingkat atau hierarkis. Contohnya dapat dilihat pada struktur sebuah keluarga, di mana kakek dan nenek berada pada tingkat paling atas, diikuti oleh orang tua, kemudian anak-anak. Struktur seperti ini sangat sesuai direpresentasikan dalam bentuk pohon (tree), karena setiap data memiliki hubungan sebagai parent (induk) dan child (anak).
Penyimpanan data dalam bentuk pohon juga mempermudah proses pencarian dan pengelolaan data. Contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah struktur folder pada komputer. Sebuah folder utama dapat berisi banyak subfolder, dan setiap subfolder masih dapat memiliki subfolder lainnya. Dengan sistem penyimpanan yang tersusun secara hierarkis seperti ini, pengguna dapat mengatur, menemukan, dan mengakses berkas (file) maupun folder dengan lebih mudah dan efisien.
Selain mempermudah proses pencarian, penyimpanan data menggunakan struktur data tree juga memudahkan kita dalam memahami susunan dan hubungan antardata. Salah satu contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari adalah struktur organisasi OSIS di sekolah (Gambar 1.7). Pada struktur ini, setiap jabatan disusun secara hierarkis sehingga hubungan antara satu posisi dengan posisi lainnya dapat terlihat dengan jelas. Melalui struktur tersebut, kita dapat mengetahui bahwa kepala sekolah berada pada tingkat paling atas, sedangkan ketua OSIS berada di bawahnya. Selanjutnya, sekretaris, bendahara, dan para sekretaris bidang bertanggung jawab secara langsung kepada ketua OSIS.
Bayangkan jika data struktur organisasi OSIS tidak disimpan menggunakan struktur data tree. Hubungan antarjabatan akan sulit dipahami karena tidak ada gambaran yang menunjukkan keterkaitan setiap posisi. Akibatnya, kita akan kehilangan informasi penting, seperti hubungan antara kepala sekolah dan ketua OSIS, serta kesulitan menentukan siapa yang memiliki tingkat kedudukan paling tinggi dalam organisasi.