Contoh Kasus Siklus Pemrograman (Bab 2)

Contoh Kasus Siklus Pemrograman

Sekarang, mari kita menerapkan keempat langkah dalam siklus pemrograman untuk membuat sebuah program yang dapat menentukan jenis segitiga berdasarkan panjang ketiga sisinya. Kita sudah mengetahui bahwa segitiga dapat dibedakan berdasarkan panjang sisinya. Beberapa jenis segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, dan segitiga sembarang.

Bayangkan kita ingin membuat program yang dapat menentukan jenis segitiga berdasarkan tiga panjang sisi yang dimasukkan oleh pengguna. Misalnya, pengguna memasukkan panjang sisi 2, 2, dan 3. Karena ada dua sisi yang memiliki panjang sama, program harus memberikan keluaran:

“Segitiga Sama Kaki”

Untuk membuat program tersebut, kita akan mengikuti empat langkah dalam siklus pemrograman.

1. Mendefinisikan Permasalahan

Deskripsi masalah di atas masih cukup umum. Oleh karena itu, sebelum membuat program, kita perlu menentukan dengan jelas masalah apa yang harus diselesaikan oleh program.

Dalam pengembangan perangkat lunak, hal-hal yang harus dilakukan oleh program disebut kebutuhan (requirement). Menentukan kebutuhan dengan jelas sangat penting karena kita akan menggunakan kebutuhan tersebut untuk menentukan apakah program yang dibuat sudah benar atau belum.

Untuk mengetahui kebutuhan program, kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada pembuat soal, guru, atau orang yang nantinya akan menggunakan program tersebut.

Pada masalah menentukan jenis segitiga, misalnya, kita perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana cara menentukan apakah tiga panjang sisi yang diberikan benar-benar dapat membentuk sebuah segitiga?
  2. Bagaimana cara menentukan jenis segitiga berdasarkan panjang ketiga sisinya?
  3. Jenis segitiga apa saja yang harus dapat dikenali oleh program? Apakah hanya segitiga sama sisi, sama kaki, dan sembarang, atau juga segitiga siku-siku?
  4. Berapa batas nilai yang boleh dimasukkan sebagai panjang sisi?
  5. Apa yang harus ditampilkan oleh program sebagai hasil?

Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab, kita dapat membuat definisi masalah yang lebih jelas dan terstruktur.

Mengidentifikasi Jenis Segitiga

Deskripsi:

Diberikan tiga bilangan bulat yang berada pada rentang 1 sampai 1000. Ketiga bilangan tersebut dianggap sebagai panjang sisi sebuah segitiga.

Program harus menentukan apakah ketiga sisi tersebut membentuk:

  • Segitiga Sama Sisi
  • Segitiga Sama Kaki
  • Segitiga Sembarang
  • Bukan Segitiga
Masukan

Program menerima tiga bilangan bulat a, b, dan c yang merupakan panjang ketiga sisi. Nilai masing-masing sisi berada pada rentang 1 sampai 1000.

Proses

Pertama, program harus memeriksa apakah panjang sisi a, b, dan c dapat membentuk sebuah segitiga. Jika tidak dapat membentuk segitiga, program menampilkan “Bukan Segitiga” dan proses selesai. Jika ketiga sisi tersebut dapat membentuk segitiga, program kemudian menentukan jenis segitiganya berdasarkan hubungan panjang ketiga sisi tersebut.

Keluaran

Program menghasilkan salah satu dari teks berikut:

  • “Segitiga Sama Sisi” jika ketiga sisinya memiliki panjang yang sama.
  • “Segitiga Sama Kaki” jika hanya dua sisinya yang memiliki panjang sama.
  • “Segitiga Sembarang” jika ketiga sisinya memiliki panjang yang berbeda.
  • “Bukan Segitiga” jika ketiga panjang sisi tersebut tidak dapat membentuk segitiga.

2. Merancang Solusi

Setelah masalah, masukan, proses, dan keluaran ditentukan, langkah berikutnya adalah merancang cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Cara penyelesaian masalah ini dapat kita tuliskan dalam bentuk algoritma.

Menentukan Apakah Tiga Sisi Membentuk Segitiga

Untuk mengetahui apakah tiga panjang sisi a, b, dan c dapat membentuk segitiga, kita dapat menggunakan Teorema Pertidaksamaan Segitiga.

Aturan sederhananya adalah:

Jumlah panjang dua sisi segitiga harus lebih besar daripada panjang sisi ketiga.

Karena ada tiga sisi, kita perlu memeriksa tiga kondisi:

  • a + b > c
  • a + c > b
  • b + c > a

Ketiga kondisi tersebut harus terpenuhi agar a, b, dan c dapat membentuk sebuah segitiga.

Jika salah satu kondisi tidak terpenuhi, berarti ketiga sisi tersebut tidak dapat membentuk segitiga. Program dapat langsung menampilkan “Bukan Segitiga” dan berhenti.

Jika ketiga kondisi terpenuhi, berarti a, b, dan c dapat membentuk segitiga. Selanjutnya, program dapat menentukan jenis segitiganya.

Menentukan Jenis Segitiga

Setelah diketahui bahwa ketiga sisi dapat membentuk segitiga, kita dapat menggunakan aturan berikut:

  • Jika ketiga sisi memiliki panjang yang sama, maka segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi.
  • Jika hanya dua sisi yang memiliki panjang sama, maka segitiga tersebut adalah segitiga sama kaki.
  • Jika ketiga sisi memiliki panjang yang berbeda, maka segitiga tersebut adalah segitiga sembarang.

Dengan aturan tersebut, kita sudah memiliki langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

3. Mengimplementasikan Solusi dalam Bentuk Program (Coding)

Setelah algoritma selesai dibuat, langkah berikutnya adalah mengubah algoritma tersebut menjadi program komputer.

Sebagai contoh, algoritma menentukan jenis segitiga dapat ditulis menggunakan bahasa pemrograman C.

Namun, algoritma yang sama juga dapat dibuat menggunakan bahasa pemrograman lain yang telah kalian pelajari, seperti Python.

Bahkan, algoritma tersebut dapat dibuat menggunakan pemrograman berbasis blok.

Hal yang penting bukanlah bahasa pemrograman yang digunakan, tetapi bagaimana algoritma yang sudah dirancang dapat diterapkan menjadi program yang berjalan dengan benar.

4. Menguji Program

Setelah program selesai dibuat, kita perlu menguji program tersebut untuk memastikan hasilnya sudah benar.

Ada banyak metode yang dapat digunakan untuk menguji sebuah program. Pada contoh ini, kita akan menggunakan kasus uji. Untuk menguji program penentuan jenis segitiga, kita dapat memberikan beberapa kombinasi panjang sisi sebagai masukan. Setiap masukan kemudian diperiksa apakah menghasilkan keluaran yang sesuai dengan aturan yang telah dibuat.

Scroll to Top