C. Konektivitas Internet
Koneksi internet umumnya dilakukan menggunakan kabel internet seperti kabel coaxial, kabel fiber optik, maupun kabel twisted pair. Selain itu, koneksi internet juga dapat dilakukan tanpa kabel (wireless connection). Baik jaringan berkabel maupun nirkabel memiliki metode tersendiri untuk terhubung ke internet.
1. Konektivitas Internet pada Jaringan Berkabel
Konektivitas internet pada jaringan berkabel umumnya memanfaatkan jaringan kabel telepon atau televisi yang terhubung dengan Internet Service Provider.
a. Dial-Up PSTN (Public Switched Telephone Network)
Pada awal perkembangan internet di Indonesia, teknologi Dial-Up merupakan metode yang umum digunakan untuk terhubung ke internet. Dial-Up memanfaatkan jaringan telepon rumah berbentuk kabel.
Tiga perangkat utama yang dibutuhkan untuk koneksi ini adalah:
- Komputer
- Modem
- Sambungan telepon rumah
Dial-Up bekerja melalui jalur PSTN (Public Switched Telephone Network) hingga dapat terhubung dengan ISP (Internet Service Provider). Kecepatan akses internet Dial-Up berkisar antara 12 hingga 20 Kbps dan maksimal mencapai 56 Kbps.
b. ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
Sama seperti Dial-Up, koneksi internet ADSL juga menggunakan teknologi modem. Namun, modem ADSL bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz, berbeda dengan modem konvensional yang bekerja di bawah 4 kHz.
Dengan ADSL, pengguna dapat mengirimkan suara dan fax menggunakan rentang frekuensi yang berbeda. Pada prinsipnya, koneksi internet ADSL masih menggunakan jaringan telepon kabel, tetapi jenis modem yang digunakan berbeda dengan Dial-Up.
c. Fiber Optik
Fiber optik adalah teknologi jaringan yang menggunakan kabel serat kaca atau plastik untuk mengirim data dalam bentuk cahaya.
Ciri utama fiber optik:
- Kecepatan internet sangat tinggi.
- Koneksi lebih stabil.
- Upload dan download hampir seimbang.
- Tahan terhadap gangguan sinyal.
Contoh penggunaan:
- Internet modern rumah
- Perusahaan besar
- Jaringan data berkecepatan tinggi
2. Konektivitas Internet pada Jaringan Nirkabel
Konektivitas internet pada jaringan nirkabel merupakan jaringan internet yang tidak menggunakan kabel untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya.
Jaringan nirkabel dapat digunakan untuk jarak dekat maupun jarak jauh dengan memanfaatkan media transmisi tanpa kabel seperti:
- gelombang radio,
- gelombang mikro,
- cahaya inframerah,
- dan satelit.
a. GPRS (General Packet Radio Service)
GPRS menggunakan gelombang radio untuk komunikasi data dan suara. Teknologi ini memiliki kemampuan mengirimkan data dan suara pada perangkat komunikasi bergerak.
GPRS digunakan untuk transfer data seperti pengiriman surel (email) dan akses internet. Layanan GPRS diterapkan pada ponsel dengan sistem GSM (Global System for Mobile Communications).
b. Wifi
Wifi merupakan singkatan dari wireless fidelity, yaitu sistem standar untuk terkoneksi ke internet tanpa menggunakan kabel. Teknologi Wifi menggunakan frekuensi tinggi pada spektrum 2,4 GHz.
Salah satu keunggulan Wifi adalah praktis karena tidak memerlukan pemasangan kabel jaringan. Namun, jangkauan koneksi Wifi terbatas.
c. Akses Satelit
Koneksi internet satelit menggunakan antena parabola sehingga mampu memberikan kecepatan akses internet yang tinggi. Akan tetapi, biaya penggunaan koneksi satelit umumnya lebih mahal, terutama di Indonesia, meskipun sebanding dengan kualitas dan kecepatan akses yang diberikan.